Tampilkan postingan dengan label world water day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label world water day. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2009

HEMAT AIR BERSIH


Masih dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh tanggal 22 Maret, berikut adalah tips-tips berhemat air bersih yang dikutip dari vivanews.com:

Kurangi penggunaan air. Usahakan tidak membuang-buang air saat mandi. Investasikan toilet rumah yang memiliki fitur menyiram secara ekonomis. Matikan keran ketika sedang menggosok gigi, dan mencuci baju hanya jika sudah terkumpul banyak.

Gunakan produk atau servis yang mendukung program air bersih, daur ulang dan hemat air. Sebagai contoh, pilih produk yang membantu pengadaan air bersih di daerah terpencil di Indonesia. Produk ini diproses perusahaan yang mendaur ulang air limbah. Selain itu, cuci mobil atau motor di tempat cuci kendaraan manual. Pasalnya, alat pencuci mesin lebih banyak menggunakan air.

Bawa botol minuman dari rumah. Membeli air dalam kemasan justru bisa menyebabkan boros air bersih. Untuk memproduksi botol-botol tersebut diperlukan banyak sekali air. Selamatkan lingkungan dengan mengurangi pembeliannya , dan beli botol minuman berbahan alumunium yang dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu lama.

Tanam tumbuhan yang hemat air. Beberapa jenis rumput perlu disiram secara teratur agar tidak kering dan mati. Jika Anda sudah terlanjur memiliki jenis rumput tersebut, sebaiknya kurangi area rumput dan ganti dengan tanaman yang pada umumnya dapat tumbuh dengan baik tanpa harus sering disiram.

Sumber:
vivanews.com

World Water Day


Hari Air Sedunia (World Water Day) yang diperingati setiap tanggal 22 Maret merupakan salah satu hari internasional yang ditetapkan PBB melalui Sidang Umum ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Setiap tahun, United Nations Water Group akan mencanangkan tema Hari Air Sedunia yang berbeda. Untuk tahun 2009, tema yang ditetapkan adalah “Shared Waters - Shared Opportunities” (berbagi air, berbagi peluang).

Tema akan difokuskan pada transboundary waters atau air melewati lintas batas. Melalui tema khusus ini, diharapkan peluang untuk bekerja sama dalam manajemen air lintas batas bisa membantu terbangunnya saling respek, saling memahami dan terjalinnya kepercayaan antarnegara serta mendukung terciptanya perdamaian, keamanan juga mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Organisasi UNESCO akan memimpin aktivitas penyelenggaraan Hari Air Sedunia 2009 dengan dukungan dari UNECE (United Nations Economic Commission for Europe) dan FAO.

Adanya peringatan Hari Air Sedunia ini menjadi momentum bagi kita untuk memelihara dan menjaga ketersediaan air bersih dan sehat. Air memang merupakan sumber daya alam yang bisa diperbaharui melalui siklus hidrologi. Namun, ketersediaan air berkualitas tinggi dan akses untuk mendapatkan sanitasi yang baik semakin berkurang dari waktu ke waktu. Seperti dikutip Harian Pikiran Rakyat (11/03/2009) dalam laporan khusus “Beban Berat Gede-Pangrango”, kualitas air di Indonesia saat ini mulai dipertanyakan, terutama di Pulau Jawa. Tingkat pencemaran air di Jawa tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 83%. Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), dalam Status Lingkungan Hidup di Indonesia (SLHI) tahun 2005, sebanyak 30 sungai besar di Indonesia mengalami penurunan kualitas hingga 50 persen. Kualitasnya tidak memenuhi standar kualitas kelas I. Artinya, tidak dapat dimanfaatkan untuk air minum.

Kawasan hutan yang menjadi tumpuan sumber air bersih juga dieksploitasi besar-besaran. Indonesia bahkan sempat masuk sebagai negara dengan laju deforestasi tertinggi di dunia versi Guinness Book of Record. Hutan yang telah dirusak mencapai 1,8 juta hektar selama periode tahun 2000-2005. Kejadian yang mencoreng nama negara ini hendaknya menjadi motivasi agar seluruh penduduk Indonesia mulai memperhatikan kelestarian alamnya dengan sungguh-sungguh.

Sumber:
news.worldwild.org
www.worldwaterday.org
HU Pikiran Rakyat edisi 11 Maret 2009

Sumber Foto:
worldwaterday09.info