Tampilkan postingan dengan label gunung gede. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung gede. Tampilkan semua postingan

13 Juli 2009

Menaklukkan Puncak Gunung Gede









Gunung Gede (2958 mdpl) dan Gunung Pangrango (3019 mdpl) secara administratif termasuk Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Gunung Pangrango merupakan gunung yang sudah tidak aktif lagi, sedangkan Gunung Gede yang berusia lebih muda merupakan gunung api strato yang masih aktif.

Terdapat tiga jalur untuk mencapai puncak kedua gunung ini, yaitu: Gunung Putri, Cibodas dan Selabintana (Pondok Halimun). Dalam pendakian ini, tim IATMI Komisariat Cirebon memilih jalur Gunung Putri untuk mencapai puncak Gunung Gede kemudian turun melalui jalur Cibodas. Basecamp Gunung Putri terletak di ketinggian 1850 mdpl dengan panjang lintasan menuju puncak Gede adalah 7,4 km, lebih singkat dibandingkan jaluir Cibodas yang panjang lintasannya mencapai 9,7 km.

Peserta trekking dibagi menjadi enam grup, didampingi dua guide dan dua belas porter. Grup pertama mulai mendaki hari Sabtu dini hari (04/07/09), sekitar pukul 02.00 WIB. Jalur yang ditempuh adalah Gunung Putri - Legok Leunca - Buntut Lutung - Lawang Saketeng - Simpang Maleber - Alun-alun Surya Kencana - Puncak Gede. Dari Puncak, perjalanan dilanjutkan ke Kandang Badak untuk kemping selama satu malam. Pagi harinya, barulah peserta turun menuju Cibodas.

Tadinya, diharapkan peserta trekking bisa menikmati sunrise di Puncak Gede. Namun, peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat beragam, mulai dari peserta berumur 13 tahun hingga 53 tahun; ada yang telah berpengalaman naik gunung, ada juga yang baru pertama kalinya. Mayoritas peserta yang mengikuti trekking adalah karyawan kantoran yang jarang mengikuti kegiatan outdoor seperti ini sehingga waktu pendakian menjadi lebih lama dari yang diperkirakan.

Sesuai tema yang diusung, yaitu "Explore the beauty of nature with our trekking adventure", maka para peserta melakukan kegiatan trekking dengan suasana gembira sambil menikmati keindahan alam sepanjang perjalanan. Hutan dengan berbagai vegetasi yang menyegarkan mata, kawah-kawah raksasa yang seolah menyimpan misteri dengan asap dan kabut yang kadang menyelimuti, lereng curam air panas dengan air terjunnya, air terjun Cibeureum yang megah serta Telaga Biru yang tenang merupakan panorama alam yang jarang ditemui dan layak untuk diabadikan.

Semua peserta akhirnya sampai di Cibodas Hari Minggu sekitar pukul 13.00 WIB. Walaupun badan mulai terasa pegal-pegal, tapi senyum masih menghiasi wajah-wajah para 'pejuang' yang dengan penuh semangat dan pantang menyerah berhasil menaklukkan Puncak Gunung Gede yang tak terlupakan.

22 Juni 2009

IATMI Goes to High Place 2009: Mt. Gede- Pangrango


"It is not the mountain we conquer, but ourselves."
(Sir Edmund Hillary, first man who reached the top of Everest in 1953)


Tahun 2008 lalu, tim IATMI komisariat Cirebon sukses mendaki Gunung Ciremai (3078 mdpl), gunung tertinggi di Jawa Barat dan Gunung Slamet (3432 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa. Rencananya, sebelum menaklukkan puncak tertinggi di Pulau Jawa (Gunung Semeru), diadakan pendakian 'pemanasan' yang lebih bersifat fun. Gunung yang dipilih kali ini adalah Gunung Gede-Pangrango yang terletak di Cibodas, Jawa Barat.

Gunung Gede-Pangrango adalah satu-satunya gunung yang paling sering didaki di Indonesia, kurang lebih 50.000 pendaki per tahun, meskipun peraturan dibuat seketat mungkin, bisa jadi karena lokasinya yang berdekatan dengan Jakarta dan Bandung. Untuk mengembalikan habitatnya biasanya tiap bulan Agustus ditutup untuk pendaki juga antara bulan Desember hingga Maret. Untuk mengurangi kerusakan alam, maka dibuatlah beberapa jalur pendakian, namun jalur yang populer adalah melalui pintu Cibodas.

Penyebutan nama Gunung Gede biasanya disandingkan dengan nama Pangrango karena memang satu kesatuan, satu gunung dengan dua puncak, Gede (2958 mdpl) dan Pangrango (3019 mdpl). Para pendaki lebih sering menuju puncak Gede karena pemandangan alamnya yang memiliki 3 kawah, Lanang, Wadon, dan Ratu. Sedangkan puncak Pangrango masih berupa hutan.

Mulai 1 April 2002 untuk mengunjungi Taman Nasional Gn.Gede-Gn.Pangrango diberlakukan sistem booking, 3-30 hari sebelum pendakian harus booking dahulu. Jumlah pendaki dibatasi hanya 600 orang per malam, 300 melalui Cibodas, 100 melalui Selabintana, 200 melalui Gunung Putri. Pendaftaran pendaki hanya dilanyani di Wisma Cinta Alam kantor Balai Taman Nasional Gn. Gede-Pangrango pada hari kerja (senen-jumat) pada jam kantor. Pos Cibodas, Gn. Putri dan Salabintana sudah tidak melayani ijin pendakian. Hanya sebagai pos kontrol.

IATMI Komisariat Cirebon mengajak rekan-rekan semua untuk mengikuti mountain trekking kali ini. Event ini akan diadakan tanggal 3 - 5 Juli 2009 mendatang. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi
Mr. Harun (081 329 627 662)

atau telp. (0231) 251 2655.
Bisa juga kirimkan e-mail ke
harun_abdillah@iatmi-cirebon.org

atau
harunabdillah@yahoo.com.
Cek juga website www.iatmi-cirebon.org

See you at the top! :)

Sumber:
sundatandang.wordpress.com
nu-pondokgede.blogspot.com